
Bogor, 4 September 2026 — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) bersama IPB University menyelenggarakan Kick-Off Meeting Pembinaan Karakter (Bootcamp Regional) Peserta Didik SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam rangkaian pengembangan karakter peserta didik untuk membangun generasi muda yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, adaptif terhadap perubahan, serta siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia 2045.
Program Pembinaan Karakter SUGT 2026 merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas peserta didik melalui pembelajaran yang mengintegrasikan aspek karakter, kepemimpinan, wawasan global, dan pengembangan diri. Program ini menggunakan kerangka GARUDA yang mencakup nilai Gigih, Adaptif, Religius-Etis, Unggul, Disiplin-Mandiri, serta Amanah-Kolaboratif sebagai fondasi pembentukan peserta didik.
Penguatan Karakter sebagai Fondasi Generasi Unggul
Kepala Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, M.B.A., M.M., menyampaikan bahwa keterlibatan IPB University dalam SUGT merupakan langkah nyata pelaksanaan amanat tridharma perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi unggul Indonesia.


Menurutnya, IPB University melalui LKPE tidak hanya berperan dalam peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga mendukung pembinaan karakter peserta didik agar mampu berkembang sebagai individu yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga bagaimana ilmu dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan dampak yang lebih besar. Kita ingin melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, adaptif terhadap perubahan, dan siap memberikan kontribusi pada masyarakat,” ujar Dr. Naufal.
Sementara itu, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendikti Saintek Republik Indonesia, Prof. dr. Ardi Findyartini, PhD., menyampaikan bahwa kegiatan kick-off menjadi awal proses penguatan dan pengayaan karakter bagi peserta didik.

Prof. Ardi menekankan pentingnya kemampuan refleksi diri sebagai bagian dari proses adaptasi. Menurutnya, kemampuan menghadapi perubahan tidak hanya berkaitan dengan memahami lingkungan eksternal, tetapi juga mengenali diri sendiri, memahami kekuatan, serta mengetahui nilai-nilai yang menjadi dasar dalam mengambil keputusan.
“Adaptasi tidak hanya berangkat dari apa yang terjadi di luar kita, tetapi bagaimana kita melihat diri sendiri: saya siapa, apa kekuatan saya, dan apakah saya memahami nilai-nilai yang saya miliki,” ungkap Prof. Ardi.
Prof. Johan Sulaeman: Adaptasi, Perspektif Global, dan Cara Menjadi Pemimpin Masa Depan
Pada Course 1: Adaptif bertema “Beyond Borders: Preparing Future Leaders for Indonesia 2045”, Prof. Johan Sulaeman, Director of Sustainable and Green Finance Institute (SGFIN), National University of Singapore (NUS), mengajak peserta memahami bahwa masa depan tidak selalu dapat diprediksi, tetapi dapat dipersiapkan melalui kemampuan adaptasi.

Prof. Johan membuka materinya dengan membagikan perjalanan akademik dan profesionalnya yang tidak berjalan secara lurus. Ia menjelaskan bahwa dirinya memulai pendidikan di bidang Computer Engineering, kemudian melanjutkan ke Financial Engineering hingga Finance, sebelum akhirnya berfokus pada sustainability dan sustainable finance.
“Changing direction is not the same as starting over. Ketika arah berubah, bukan berarti seluruh hal yang sudah dipelajari menjadi sia-sia. Semua pengalaman tetap menjadi bagian dari kemampuan yang kita miliki,” ungkap Prof. Johan.
Menurutnya, pendidikan yang baik bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi membangun “tool kit” kemampuan yang dapat digunakan kembali ketika seseorang menghadapi persoalan baru.
Prof. Johan menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi pemimpin yang mampu melihat persoalan secara global, namun tetap memahami konteks Indonesia. Permasalahan seperti perubahan iklim, teknologi, energi, dan ekonomi memiliki keterkaitan lintas negara sehingga membutuhkan individu yang mampu menghubungkan perspektif internasional dengan kebutuhan lokal.
Ia menekankan bahwa menjadi global leader bukan hanya tentang mampu berbahasa asing atau belajar di luar negeri. Pemimpin global adalah seseorang yang mampu memahami budaya dan perspektif berbeda, bekerja dengan orang dari berbagai latar belakang, serta menerjemahkan pengetahuan global menjadi solusi yang relevan bagi Indonesia.
“Jangan hanya melakukan copy and paste solusi dari negara lain. Yang penting adalah bagaimana kita menerjemahkan solusi tersebut sesuai kondisi masyarakat Indonesia,” jelas Prof. Johan.

Tips Prof. Johan bagi Peserta SUGT: Membangun Diri sebagai Future Leader
Prof. Johan dalam sesi pertama ini membagikan beberapa pesan penting bagi peserta didik SUGT.
Pertama, peserta perlu membangun keseimbangan antara academic excellence dan personal excellence. Menurutnya, universitas terbaik dunia tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi juga melihat rasa ingin tahu, inisiatif, kedalaman pengalaman, integritas, serta kontribusi seseorang.
Kedua, peserta perlu memiliki curiosity atau rasa ingin tahu. Prof. Johan mendorong siswa untuk tidak hanya belajar dari materi sekolah, tetapi juga mempertanyakan bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Ketiga, peserta perlu memiliki inisiatif. Menurutnya, individu yang unggul tidak selalu menunggu instruksi, tetapi mampu memulai gagasan dan mengambil tindakan untuk menyelesaikan persoalan di sekitarnya.
Keempat, peserta perlu membangun integritas dan konsistensi. Prof. Johan menekankan bahwa reputasi tidak dibangun dari satu tindakan yang terlihat, tetapi dari perilaku yang dilakukan secara berulang dan dapat dipercaya.
Kelima, peserta perlu memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan. Pemimpin bukan hanya seseorang yang berada di depan, tetapi seseorang yang mampu bertanggung jawab, mendengarkan kebutuhan orang lain, bekerja bersama, dan memberikan dampak nyata.
Prof. Johan juga memberikan pandangan terkait pengalaman belajar di luar negeri. Menurutnya, keluar dari zona nyaman memang tidak mudah, tetapi pengalaman tersebut menjadi proses penting dalam membangun kemampuan adaptasi.
Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya berinteraksi dengan komunitas yang sama ketika berada di lingkungan internasional. Berinteraksi dengan berbagai budaya menjadi bagian penting untuk memperluas perspektif, tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.



Critical Thinking dan Lifelong Learning di Era AI
Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, Prof. Johan menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis.
Menurutnya, kemudahan memperoleh jawaban melalui teknologi tidak berarti semua jawaban benar. Peserta didik perlu membiasakan diri mempertanyakan bukti, memahami sumber informasi, membedakan korelasi dan sebab-akibat, serta mencari penjelasan alternatif sebelum mengambil kesimpulan.
“Jangan langsung percaya pada jawaban pertama. Kita harus terus bertanya, apakah jawaban ini benar, apa buktinya, dan apakah ada penjelasan lain yang mungkin menjelaskan hal tersebut,” pesan Prof. Johan. Prof Johan juga mengingatkan bahwa perjalanan seseorang akan terus berubah. Oleh karena itu, kemampuan untuk terus belajar menjadi fondasi penting.
Bootcamp Regional sebagai Ruang Pengembangan Diri Peserta Didik



PIC Utama Pelaksana Program Peningkatan Kapasitas Pendukung SUGT 2026, Dr. Willy Bachtiar, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa rangkaian Bootcamp Regional dirancang sebagai perjalanan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pengalaman, refleksi, dan praktik.
Peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan melalui pembelajaran daring, luring regional, Self-Paced Learning, penugasan, mini challenge, serta penyusunan Individual Development Plan (IDP). Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan mampu mengenali potensi diri, menyusun arah pengembangan pribadi, membangun kemampuan kolaborasi, serta menerapkan nilai-nilai GARUDA dalam kehidupan sehari-hari.
Kick-Off Meeting Pembinaan Karakter SUGT 2026 menjadi awal perjalanan dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian untuk berkontribusi bagi Indonesia.
Unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, adaptif terhadap perubahan, dan siap memberikan kontribusi menjadi semangat utama perjalanan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026.












Kontak Media:
Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB University
Email: lkpe@apps.ipb.ac.id
Telepon: (0251) 8622645


