
Bogor 4 Mei 2026 – Kegiatan SOULTALK kembali digelar oleh LKPE IPB University dengan menghadirkan narasumber Hadi Nur Ramadhan yang membawakan tema mengenai pentingnya literasi, spiritualitas, dan kepemimpinan dalam membangun bangsa. Diskusi dipandu oleh Pria Sembada dan turut dihadiri Kepala Lembaga LKPE IPB University, Dr. Naufal Mahfudz.

Dalam pemaparannya, Hadi Nur Ramadhan menyoroti rendahnya budaya membaca di Indonesia. Ia menyebut bahwa mayoritas masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan media sosial dibanding membaca buku. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi lahirnya generasi pemimpin yang tangguh dan visioner.
Ia mencontohkan sosok-sosok pendiri bangsa seperti Mohammad Natsir, Haji Agus Salim, Mohammad Hatta, hingga Soekarno sebagai figur yang memiliki kedekatan kuat dengan dunia literasi. Para tokoh tersebut dikenal gemar membaca, berdiskusi dengan para mentor, serta membangun pemikiran kebangsaan melalui buku dan pendidikan.
Menurutnya, budaya literasi bukan hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga keberanian, empati, dan karakter kepemimpinan. Ia mengutip pandangan Ibnu Khaldun yang menyebut bahwa bangsa yang lemah adalah bangsa yang kehilangan rasa percaya diri dan tidak belajar dari sejarah.
“Para founding fathers kita membangun bangsa ini bukan hanya dengan strategi politik dan perjuangan fisik, tetapi juga dengan kekuatan ilmu, spiritualitas, dan budaya membaca,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Hadi Nur Ramadhan juga menekankan pentingnya peran mentor dalam membentuk karakter pemimpin muda. Ia mencontohkan hubungan intelektual antara Mohammad Natsir dengan gurunya, Ahmad Hassan, yang menjadi bagian penting dalam pembentukan pemikiran dan kepemimpinan Natsir.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya keluarga dalam membangun budaya ilmu. Menurutnya, tradisi sederhana seperti menghadirkan perpustakaan pribadi di rumah, mengajak anak ke toko buku, hingga membiasakan diskusi saat makan bersama merupakan fondasi penting dalam membangun generasi pembelajar.
Diskusi juga membahas tantangan generasi muda di era digital. Menjawab pertanyaan peserta mengenai kebiasaan membaca di tengah derasnya media sosial dan teknologi digital, Hadi Nur Ramadhan menjelaskan bahwa buku fisik tetap memiliki nilai yang berbeda dibanding sekadar konsumsi informasi singkat di media sosial. Namun demikian, media digital tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas akses literasi apabila digunakan secara bijak dan didampingi dengan pemahaman yang tepat.
Kepala LKPE IPB University, Dr. Naufal Mahfudz, menyampaikan bahwa kegiatan seperti SOULTALK diharapkan mampu menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi generasi muda dalam membangun kepemimpinan berbasis nilai, literasi, dan spiritualitas.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus menghidupkan budaya membaca, belajar dari sejarah para pendiri bangsa, serta membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas demi masa depan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.




Kontak Media:
Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB University
Email: lkpe@apps.ipb.ac.id
Telepon: (0251) 8622645


