BOGOR, 15 Mei 2026 – LKPE IPB University sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Mengubah Data Menjadi Insight: Meta-Analisis untuk Penelitian Berkualitas”. Kegiatan ini menjadi seri perdana program iLead Up (Inspiring Learning and Development to Upgrade Professional) yang bertujuan meningkatkan kompetensi riset akademisi, mahasiswa, dan profesional di Indonesia.
Webinar menghadirkan Prof. Dr. Anuraga Jayanegara sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya, Kepala LKPE IPB University, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MBA.,M.M menekankan pentingnya penguasaan data dan kemampuan analisis di era perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, meta-analisis menjadi pendekatan yang mampu mengintegrasikan berbagai hasil penelitian untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih objektif, kuat, dan berbasis bukti ilmiah.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Anuraga menjelaskan bahwa meta-analisis merupakan metode penggabungan data dari berbagai penelitian yang memiliki hipotesis dan tujuan serupa sehingga menghasilkan sintesis penelitian yang lebih komprehensif dan akurat.
“Meta-analisis adalah upaya penggabungan data riset, di mana riset-riset yang digabungkan memiliki hipotesis dan tujuan penelitian yang sama. Metode ini dinamakan riset sintesis karena kerjanya memang mensintesis hasil-hasil penelitian,” jelasnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa penggunaan metode meta-analisis mengalami peningkatan signifikan sejak pandemi COVID-19, ketika banyak peneliti mengalami keterbatasan akses ke laboratorium maupun penelitian lapangan. Dalam kondisi tersebut, meta-analisis menjadi solusi efektif untuk tetap menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas tanpa memerlukan biaya eksperimen yang besar.
Selain menjelaskan konsep dasar meta-analisis, Prof. Anuraga turut membagikan strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi tinggi. Berdasarkan pengalamannya, sintesis data dari 30 hingga 50 artikel ilmiah berkualitas sudah cukup untuk menembus jurnal bereputasi Q1 apabila dilakukan dengan metodologi yang ketat dan sistematis. Bahkan, peluang publikasi akan semakin besar apabila jumlah paper yang dianalisis mencapai lebih dari 80 hingga 100 artikel.
“Pengelola jurnal sangat menyukai artikel yang memiliki potensi sitasi tinggi. Namun, integritas data tetap harus dijaga karena tulisan bisa dipoles, tetapi data tidak bisa dipoles,” ungkapnya.

Pak Rozi, mahasiswa S3 Ilmu Pangan asal Politani Payakumbuh, menanyakan kendala dalam riset komoditas cabai, di mana kontrol (pembanding) antar-artikel sering kali berbeda ada yang menggunakan sampel segar, freeze dryer, atau metode pengeringan lain.
Menjawab hal ini, Prof. Anuraga menekankan pentingnya menentukan fokus sejak awal melalui exclusion criteria. “Yang paling penting kita menetapkan dulu di awal apa yang menjadi pembanding utama. Kalau kita tetapkan sampel segar sebagai kontrol, maka artikel yang tidak memiliki pembanding sampel segar didepak (exclude) dari database. Atau kita bisa bagi paper menjadi dua bagian analisis, bagian pertama dengan kontrol sampel segar, bagian kedua dengan kontrol freeze drying,” jelasnya.
Di akhir sesi, Prof. Anuraga memotivasi peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman teori semata, tetapi langsung mempraktikkan metode meta-analisis dalam penelitian mereka.
“Kalau kita belajar meta-analisis hanya sebatas teori, kita tidak akan pernah menjadi ahli sebelum melakukannya sendiri,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut dari antusiasme peserta, LKPE IPB University akan menyelenggarakan sesi Pendampingan Daring (Coaching) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini akan dipandu oleh Dr. Mardiah Ramdani untuk memberikan bimbingan teknis terkait penyusunan database dan analisis data meta-analisis secara langsung.





Kontak Media:
Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB University
Email: lkpe@apps.ipb.ac.id
Telepon: (0251) 8622645


