
Bogor, 12 Januari 2026 — IPB University melalui Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) menyelenggarakan Rapat Inisiasi Kerja Sama dengan The Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia pada Senin (12/1) di LKPE IPB, Gedung LKPE Jl. Prof Andi Hakim Nasution No.13, Kampus IPB Baranangsiang. Kegiatan ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing global, khususnya untuk menjawab kebutuhan ketenagakerjaan di Jepang.
Rapat dihadiri oleh jajaran pimpinan dan perwakilan unit strategis IPB University, antara lain Kepala LKPE IPB, Wakil Kepala Lembaga LKPE, Direktur Pendidikan Internasional, Wakil Dekan SKP Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Ketua Komisi Kerjasama Sekolah Vokasi. Sementara itu, CSEAS Indonesia hadir dengan tim perwakilan yang memaparkan kondisi terkini ketenagakerjaan dan demografi Jepang.
Dalam sesi paparan, CSEAS Indonesia menjelaskan bahwa situasi ketenagakerjaan Jepang secara umum masih stabil dengan tingkat pengangguran yang rendah. Namun, Jepang menghadapi tantangan serius berupa penurunan jumlah penduduk usia kerja akibat struktur demografi yang menua (hyper-aged society). Kondisi ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor, terutama sektor kesehatan dan kesejahteraan, akomodasi, serta sektor jasa lainnya. Selain itu, sekitar 30 persen tenaga kerja di Jepang saat ini merupakan pekerja non-reguler, yang memunculkan isu pengembangan karier dan kesenjangan upah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Jepang mendorong diversifikasi angkatan kerja melalui peningkatan partisipasi perempuan, lansia, serta penerimaan tenaga kerja asing yang memiliki keterampilan spesifik.
Perbandingan struktur penduduk Jepang dan Indonesia turut menjadi sorotan. Indonesia dinilai memiliki keunggulan demografis dengan dominasi penduduk usia muda dan produktif, sehingga berpotensi besar menjadi mitra strategis dalam penyediaan tenaga kerja terampil bagi Jepang. Namun demikian, tenaga kerja yang dibutuhkan adalah individu dengan kompetensi yang jelas, tersertifikasi, serta memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai.
Kepala LKPE IPB University, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MM, menyampaikan bahwa IPB University memiliki komitmen kuat dalam menyiapkan SDM unggul, pelatihan berbasis kompetensi, dan sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri global. “Kolaborasi dengan CSEAS Indonesia membuka peluang sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan riil pasar kerja internasional, khususnya Jepang,” ujarnya.Perwakilan The Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia menyampaikan bahwa kerja sama dengan IPB University menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan demografi dan ketenagakerjaan Jepang. “Jepang saat ini menghadapi penurunan signifikan jumlah penduduk usia produktif, sementara kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor terus meningkat. Kami melihat Indonesia, khususnya melalui IPB University, memiliki potensi besar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bekerja di lingkungan internasional,” ungkap perwakilan CSEAS Indonesia.

Lebih lanjut, CSEAS menekankan pentingnya kesiapan kompetensi dan bahasa. “Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan Jepang bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Sertifikasi kompetensi, keterampilan spesifik sesuai sektor, serta kemampuan berbahasa Jepang menjadi kunci utama. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membangun sistem penyiapan tenaga kerja yang terstruktur dan berkelanjutan bersama IPB University,” tambahnya.
CSEAS juga memandang IPB University sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem SDM unggul. “Visi IPB University yang unggul, berkarakter, dan berdampak sangat selaras dengan semangat kerja sama ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan model pengembangan SDM berbasis kompetensi dan nilai, yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” tutupnya.Sebagai tindak lanjut dari rapat inisiasi ini, IPB University dan CSEAS Indonesia sepakat untuk melanjutkan kerja sama ke tahap penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). MoU tersebut akan menjadi landasan formal bagi pengembangan kolaborasi strategis dalam bidang pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya Jepang.

Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat memperkuat peran IPB University sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdampak, sekaligus mendukung agenda Asta Cita dalam pembangunan SDM berkualitas dan berdaya saing global. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui MoU ini, kedua belah pihak optimistis dapat membangun model kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguatkan, guna menjawab tantangan demografi global sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan mobilitas tenaga kerja Indonesia di kancah internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi terwujudnya kerja sama berkelanjutan antara IPB University dan CSEAS Indonesia dalam mendukung mobilitas tenaga kerja terampil, peningkatan daya saing SDM nasional, serta kontribusi Indonesia dalam menjawab tantangan global ketenagakerjaan.







Kontak Media:
Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB University
Email: lkpe@apps.ipb.ac.id
Telepon: (0251) 8622645


