
BOGOR, 4 Maret 2026 – Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University kembali menyelenggarakan Soul Talk Series yang ke-5 dengan mengangkat tema yang reflektif dan inovatif bertajuk “Kepemimpinan Berbasis Kesadaran Diri: Fondasi Biologis dan Kesadaran Visi dalam Praktik Spiritual Leadership”. Acara yang digelar secara virtual ini dihadiri oleh ratusan peserta yang antusias menggali perspektif baru mengenai kepemimpinan di era disrupsi.
Webinar ini dipandu oleh Ima Kusumanti selaku moderator dan Asisten Bidang Sertifikasi dan Kompetensi LKPE IPB University, serta menghadirkan Dr. Riza Arief Putranto, DEA sebagai narasumber utama. Dr. Riza merupakan Associate Professor di Universitas Esa Unggul, Deputy Director di Indonesian Oil Palm Research Institute, Co-founder Bright Squite, sekaligus pakar di bidang biologi molekuler yang gemar menyebarkan science communication.

Dalam pemaparannya, Dr. Riza Arief Putranto mendobrak pandangan konvensional dengan mengintegrasikan perspektif sains, khususnya biologi dan neurosains, ke dalam praktik kepemimpinan. Beliau menjabarkan 6 (enam) poin utama yang membentuk fondasi seorang pemimpin sejati:
- Self-Leadership sebagai Titik Awal : Mengutip filosofi “Nosce te ipsum” (kenalilah dirimu sendiri), Dr. Riza menekankan pentingnya peran prefrontal cortex (bagian depan otak) dalam mengendalikan emosi. Pemimpin yang sadar diri bukanlah pemimpin yang reaktif, melainkan pemimpin yang responsif dan mampu mengambil keputusan secara logis.
- Fondasi Biologis Kesadaran Diri : Mengingatkan pada pepatah “Mens sana in corpore sano”, kesehatan fisik merupakan prasyarat bagi pikiran yang jernih. Selain itu, kesadaran diri dapat dilatih melalui neuroplasticity, di mana lingkungan sosial yang suportif sangat berpengaruh dalam membentuk pola pikir sang pemimpin.
- Spiritual Leadership dan Regulasi Emosi “Qui se vincit fortior est” (Dia yang menaklukkan dirinya adalah yang lebih kuat). Musuh terbesar pemimpin adalah dirinya sendiri. Pemimpin dituntut untuk mampu menekan ego serta meregulasi traumanya menjadi pendorong kedewasaan (proses adaptasi hormesis).
- Kesadaran Visi dan Makna Visi kepemimpinan harus dilandasi oleh “Ubi amor ibi vis” (Di mana ada cinta, di situ ada kekuatan). Kepemimpinan sejati berorientasi pada kontribusi dan kecintaan pada institusi yang dipimpin, bukan sekadar mencari validasi atau pencitraan sesaat.
- Penularan Emosi (Emotional Contagion) : Melalui mirror neuron yang ada di dalam otak, emosi seorang pemimpin akan sangat mudah menular kepada timnya. Mengacu pada istilah “Qualis Rex, Talis Grex” (Seperti pemimpinnya, begitulah pengikutnya), pemimpin memiliki posisi penting sebagai “regulator emosi kolektif” dalam sebuah organisasi.
- Evolusi Kepemimpinan : Di era kompleksitas dan keragaman generasi saat ini, gaya kepemimpinan harus bergeser menjadi lebih reflektif. Pemimpin perlu memberikan jeda (intervensi neurobiologis) untuk berpikir sebelum merespons agar keputusan yang diambil memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan kerugiannya.
Lebih lanjut, Dr. Riza juga mengingatkan pentingnya sebuah organisasi untuk tidak dijalankan dengan ketakutan atau trauma masa lalu.
“Pemimpin yang belum selesai dengan dirinya sendiri akan lebih mudah menciptakan organisasi yang penuh dengan kecemasan,” pesan Dr. Riza Arief Putranto
Di akhir sesi, Dr. Riza turut membagikan moto hidupnya yang menjadi kunci kesuksesannya yaitu “Amat Victoria Curam” atau kemenangan menyukai persiapan. Beliau memotivasi peserta bahwa usaha dan persiapan matang adalah syarat wajib dalam mendapatkan hasil yang diinginkan.
Melalui kegiatan Soul Talk ini, LKPE IPB University berharap dapat memfasilitasi lahirnya para pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara strategis manajerial, tetapi juga memiliki kematangan emosional, kejelasan visi, serta kesadaran biologis dan spiritual yang utuh.




Kontak Media:
Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB University
Email: lkpe@apps.ipb.ac.id
Telepon: (0251) 8622645


