Yogyakarta, 22 September 2025 – Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi Pelatih Calon Transmigran (Catrans). Kegiatan ini bertujuan membekali para pelatih dengan pemahaman dan keterampilan yang seragam agar mampu menyampaikan materi pelatihan kepada calon transmigran secara efektif, kontekstual, dan aplikatif. Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 22 – 26 September 2025, bertempat di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Demplot Karang Kadempel Cangkringan dan Balai Besar Pengembangan Pelatihan Masyarakat Transmigran (BBPPMT) Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 56 Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dari BPPMT Denpasar, BPPMT Pekanbaru, BPPMT Banjarmasin dan BBPMT Yogyakarta.

Hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi di Ballroom Amarta Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Transmigrasi, dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Bapak Teguh Hermawan, S.IP., Kepala Pusat Pengembangan SDM Transmigrasi, serta sambutan dari Bapak Dr. Naufal Mahfudz, M.M. Kepala LKPE IPB, yang menekankan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung pengabdian masyarakat dan pemberdayaan transmigran. Pembukaan resmi kegiatan dilakukan oleh Bapak Dr. Prima Idwan Mariza, S.H., M.Hum., Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi RI.


Selain itu juga dilaksanakan dua sesi diskusi panel. Diskusi Panel 1 membahas Modul Pelatihan Calon Transmigran: Dari Konsep ke Implementasi, dengan narasumber Bapak Dr. Naufal Mahfudz, M.M. (Kepala LKPE IPB), Ibu Dr. Asnuryati, S.E, M.Si. (PSM Ahli Madya, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi), dan Bapak Dr. Prima Idwan Mariza, S.H., M.Hum. ( Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi RI) selaku moderator. Diskusi Panel 2 di malam harinya menghadirkan Ibu Prof. Dr. Hj. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd. (Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) yang membahas pendekatan andragogi dalam pelatihan bagi orang dewasa, Bapak Dr. Sigit Mulyanto Nurudin, S.T., M.M. (Direktur Jenderal PPKTrans) mengenai integrasi modul pelatihan dengan pembangunan kawasan transmigrasi, serta Bapak Dr. Yuspe Ratia, S.IP., M.Si. (Inspektur Jendral Kementerian Transmigrasi) yang menyoroti pentingnya tata kelola dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelatihan calon transmigran.
Memasuki hari kedua, kegiatan pelatihan dimulai dengan penjelasan tujuan, metode, dan mekanisme ToT untuk 7 modul yang telah dibuat oleh LKPE IPB disampaikan oleh Bapak Dr. Pria Sembada, S.Pt., M.S.T., M.Si (Wakil Kepala LKPE IPB) di Ballroom Amarta Hotel Melia Purosani. Selanjutnya materi tentang Ketransmigrasian oleh Bapak Dr. Alfian Helmi, SKPm., MSc. Sesi ini membahas konsep dasar dan kebijakan transmigrasi di Indonesia, termasuk dinamika sosial serta tantangan adaptasi masyarakat di lokasi baru. Peserta dari berbagai BLK seperti Yogyakarta, Denpasar, Pekanbaru, dan Banjarmasin berpartisipasi aktif dalam diskusi yang berlangsung interaktif. Sesi dilanjutkan dengan materi tentang Pengolahan Lahan dan Peternakan oleh Bapak Dr. Bagus Priyo Purwanto, M.Agr., yang menekankan pentingnya pengelolaan lahan terpadu, pemilihan varietas tanaman sesuai agroklimat, serta penerapan sistem mixed farming. Narasumber juga membahas alternatif pertanian ramah lingkungan seperti hydroponik dan aquaponik, budidaya ternak ayam kampung dan itik serta pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik.
Hari ketiga, diisi dengan sesi materi tentang Tanaman Pangan Dasar oleh Bapak Dr. Abdul Qodir, M.Si. Materi ini membahas secara teknis tahapan budidaya yang sesuai dengan kondisi ekosistem lahan baik sawah, rawa, maupun pasang surut serta pentingnya penggunaan benih unggul bersertifikat. Narasumber menekankan strategi rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan manajemen hama yang efektif. Setelah itu, Bapak Dr. Abdul Qodir melanjutkan dengan materi tentang Hortikultura, membahas budidaya sayuran dan buah seperti kangkung, bayam, sawi, bawang, serta teknik pengendalian hama alami menggunakan bahan organik. Peserta juga belajar tentang penanganan pascapanen, pengemasan, dan strategi peningkatan nilai jual produk hortikultura. Pada sore harinya, masih di hari ketiga, kegiatan berlanjut dengan praktikum tanaman perkebunan di Demplot Karang Kadempel, Cangkringan, Yogyakarta. Praktikum dipandu oleh Ibu Ade Astri Muliasari, S.P., M.Si., dengan dua asisten praktikum. Peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk menanam kopi dan kakao secara langsung. Meski lahan relatif sempit, koordinasi berjalan baik dan seluruh kelompok mampu menyelesaikan kegiatan dengan antusias dan semangat kolaboratif.
Hari ketiga, diisi dengan sesi materi tentang Tanaman Pangan Dasar oleh Bapak Dr. Abdul Qodir, M.Si. Materi ini membahas secara teknis tahapan budidaya yang sesuai dengan kondisi ekosistem lahan baik sawah, rawa, maupun pasang surut serta pentingnya penggunaan benih unggul bersertifikat. Narasumber menekankan strategi rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan manajemen hama yang efektif. Setelah itu, Bapak Dr. Abdul Qodir melanjutkan dengan materi tentang Hortikultura, membahas budidaya sayuran dan buah seperti kangkung, bayam, sawi, bawang, serta teknik pengendalian hama alami menggunakan bahan organik. Peserta juga belajar tentang penanganan pascapanen, pengemasan, dan strategi peningkatan nilai jual produk hortikultura. Pada sore harinya, masih di hari ketiga, kegiatan berlanjut dengan praktikum tanaman perkebunan di Demplot Karang Kadempel, Cangkringan, Yogyakarta. Praktikum dipandu oleh Ibu Ade Astri Muliasari, S.P., M.Si., dengan dua asisten praktikum. Peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk menanam kopi dan kakao secara langsung. Meski lahan relatif sempit, koordinasi berjalan baik dan seluruh kelompok mampu menyelesaikan kegiatan dengan antusias dan semangat kolaboratif.
Hari keempat, difokuskan pada praktikum tanaman pangan dasar dan hortikultura di BBPPM Yogyakarta, juga dipandu oleh Ibu Restu Puji Mumpuni, S.P., M.Si., dengan dua asisten praktikum. Peserta mempraktikkan teknik penanaman ubi jalar, bayam, dan jagung dengan memperhatikan kesesuaian lahan dan prinsip pertanian ramah lingkungan. Pada siang harinya, kembali ke Ballroom Amarta Hotel Melia Purosani penyampaian materi perikanan oleh Ibu Dr. Julie Ekasari, S.Pi., M.Sc. Narasumber menyoroti pentingnya manajemen budidaya ikan nila, udang vaname, dan ikan kerapu serta penggunaan teknik penangkapan ramah lingkungan. Sesi dilanjutkan pada sore harinya, oleh Bapak Dr. Willy Bachtiar, S.Ikom., M.Ikom. memimpin sesi praktikum Ketransmigrasian, yang mengasah kemampuan adaptasi sosial, budaya, dan wirausaha bagi calon transmigran agar siap menghadapi kehidupan di lokasi baru.
Pada hari terakhir, peserta mengikuti praktikum di BBPPMT Yogyakarta terkait praktik perikanan bersama Ibu Dr. Julie Ekasari, meliputi pengelolaan kolam budidaya, perhitungan pakan, dan teknik identifikasi kesehatan ikan. Kegiatan dilanjutkan dengan praktikum peternakan oleh Ibu Gilang Ayuningtyas, S.Pt., M.Si., yang mempraktikkan manajemen kandang, biosekuriti, vaksinasi, dan analisis usaha ternak unggas. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan kolaboratif; peserta saling bekerja sama dalam kelompok, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dari daerah masing-masing.
Hari terakhir ditutup dengan sambutan dan arahan dari Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Viva Yoga menegaskan bahwa para pelatih memiliki peran strategis sebagai penggerak dan inspirator bagi calon transmigran agar siap menjadi pelopor pembangunan di wilayah baru. Ia menyampaikan bahwa transmigran bukan sekadar peserta program pemindahan penduduk, tetapi patriot pembangunan yang berperan aktif membangun daerah-daerah baru menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sentra pertanian. “Kita butuh pelatih yang tangguh dan memahami tugas serta fungsinya, karena dari tangan mereka lahir generasi transmigran yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya. Penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian pelatihan selama lima hari yang diinisiasi oleh LKPE IPB University bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi RI sebagai bentuk komitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Bapak Robert Rouw, untuk meninjau progres pengembangan kawasan transmigrasi dan mempersiapkan program “Alumni Transmigran Penggerak” yang akan diperkenalkan pada 2026. Dalam kunjungan tersebut, beliau menyatakan , “ Saya mengapresiasi upaya Kementerian Transmigrasi dan BBPPMT Yogyakarta serta IPB University dalam membekali calon transmigran melalui pelatihan terpadu, sekaligus mendorong penguatan sarana-prasarana, inovasi teknologi, dan pendampingan alumni agar transmigran dapat menjadi pelopor pembangunan produktif di wilayah baru.” Kepala BBPPMT Yogyakarta menegaskan bahwa fokus utama pasca kunjungan adalah peningkatan kapasitas pelatih, penerapan inovasi dalam pembelajaran, dan pembentukan jejaring kolaboratif antar lembaga pelatihan di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, IPB University dan Kementerian Transmigrasi menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang transmigrasi. Program ToT ini tidak hanya memperkaya wawasan teknis dan manajerial pelatih, tetapi juga membangun jejaring kolaboratif antar lembaga pelatihan di berbagai daerah. Seperti disampaikan oleh Dr. Naufal Mahfudz, M.M., Kepala LKPE IPB University, “Kegiatan ToT ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan para pelatih yang mampu menjadi agen perubahan bagi calon transmigran. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan aplikatif, mereka diharapkan dapat mendampingi masyarakat transmigran untuk mandiri, produktif, dan berdaya saing di wilayah baru.”














Kontak Media:
Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB University
Email: lkpe@apps.ipb.ac.id
Telepon: (0251) 8622645


