Bogor, 8 Mei 2025 – Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan modul pelatihan berbasis kompetensi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, LKPE IPB menyelenggarakan kegiatan konsinyasi tim penyusun modul perangkat pelatihan yang dilaksanakan secara hybrid bertempat di Meeting Room B, IPB International Convention Center, Kota Bogor.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Lembaga LKPE IPB, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MM dan Wakil Kepala Lembaga LKPE IPB, Dr. Pria Sembada, S.Pt., M.S.T., M.Si. serta melibatkan sepuluh tim penyusun modul pelatihan, dosen pendamping, dan dosen reviewer. Konsinyasi berfokus pada diskusi mendalam dan presentasi tim penyusun modul, dalam rangka finalisasi perangkat pelatihan yang nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku. Konsinyasi ini bertujuan untuk memperkuat kualitas isi dan struktur modul melalui diskusi intensif, masukan lintas tim, dan presentasi hasil kerja masing-masing tim penyusun.

Dalam sambutannya, Dr. Pria Sembada, S.Pt., M.S.T., M.Si., Wakil Kepala Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University, menyampaikan bahwa kegiatan konsinyasi ini merupakan langkah penting dalam memastikan kualitas perangkat pelatihan yang dihasilkan. “Sebagai bagian dari proses finalisasi, dilakukan kegiatan review umum untuk menilai kualitas dan kesesuaian sepuluh modul yang telah disusun, sebelum nantinya diterbitkan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa penyusunan modul ini diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pelatihan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan lapangan.

Seluruh tim penyusun modul pelatihan memaparkan rancangan perangkat pembelajaran yang telah mereka kembangkan, mencakup berbagai bidang strategis seperti agribisnis, keamanan pangan, perikanan, lingkungan, dan digital branding yang disusun dengan merujuk pada SKKNI. Setiap modul terdiri dari 3 hingga 5 topik utama dan telah melalui proses review oleh dosen pendamping dan reviewer. Beberapa masukan penting yang diberikan mencakup penyempurnaan studi kasus agar lebih relevan dengan konteks, pendalaman materi etika digital, serta penyesuaian topik-topik pada modul. Hal ini menunjukkan komitmen tim penyusun dan pendamping untuk menghasilkan modul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan.


Sebagai contoh, modul yang disusun oleh Raden Roro Salsabila Putriana Maharani berjudul “Strategi Efektif Pemanfaatan Jasa Lingkungan Karbon dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam” terdiri dari lima topik utama. Dalam proses pemaparan, dosen pendamping Adisti Permatasari Putri Hartoyo, S.Hut., M.Si., memberikan masukan agar topik ketiga yang membahas emisi karbon dipisahkan menjadi unit tersendiri, sehingga dapat dibahas secara lebih mendalam sebagai topik yang berdiri sendiri. Langkah ini menunjukkan bagaimana proses konsinyasi tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga sarana penyempurnaan substansi agar lebih fokus dan berdampak dalam konteks pembelajaran maupun sertifikasi kompetensi.
Di sela pemaparan modul perangkat pelatihan, Kepala Lembaga LKPE IPB, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MM menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam menyatakan bahwa seseorang telah terverifikasi dan kompeten sesuai dengan unit kompetensinya. Materi modul yang tengah disusun LKPE IPB akan selaras dengan SKKNI, dan pelaksanaannya didasarkan pada asesmen oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah menjadi mitra resmi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). “Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM, mendorong keterkaitan dan kesesuaian antara dunia pendidikan dan industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan tenaga kerja yang kompeten” imbuhnya. Dr. Naufal juga menekankan pentingnya memperhatikan struktur skema sertifikasi yang dapat mencakup unit-unit kompetensi yang ada.
Dengan terselenggaranya konsinyasi ini, diharapkan modul pelatihan yang dihasilkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri, serta mendukung proses sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan standar nasional. LKPE IPB University berkomitmen untuk terus mengembangkan perangkat pelatihan berbasis SKKNI dan memperluas kerja sama strategis dengan berbagai LSP, guna menciptakan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan siap berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor-sektor strategis di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi lkpe.ipb.ac.id.
Kontak Media:
Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB University
Email: lkpe@apps.ipb.ac.id
Telepon: (0251) 8622645








